Friday, November 18, 2016

Telinga Kecil Sebelah

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Iyaaa judulnya tidak salah. cerita blog ini akan saya mulai dengan cerita tentang anak kedua saya. Neysa Athaya Putri yang telinganya kecil sebelah.

Telinga kecil sebelah, tiga kata itu yang pertama kali saya ketik ketika mencari info sama si mbah google tentang keadaan telinga neysa. Sampai lah saya pada blog tentang microtia. Tapi masih kurang jelas juga sih, karena infonya lengkapnya ya harus gabung di milis. Berhubung akun yahoo saya sudah mati, jadilah buat akun baru lagi. Eeeeeh, taunya ditolaaaaak. Sedihnya. Akhirnya akun itu jadi akun olshop saja biar tidak terlalu sedih. Hweheheh.



Jadiiih yaaaa, anak saya ternyata microtia unilateral grade 3 kanan. Ada juga yang bilateral lho alias dua telinga. Alhamdulillah ya masih ada 1 telinga.

Alhamdulillah keluarga pada support. Ada yang bilang "tidak apa-apa, Neysa cantik, nanti juga pake jilbab". Iya sih emang harus pake jilbab, tapi bukan buat nutupin telinga, melainkan karena kewajiban. Tapi yaaa ada juga sih yang omongin "mungkin dulu waktu umminya hamil abinya mukul binatang atau jewer orang, makanya anaknya jadi gitu". Huhuhu. Cuma bisa ngurut dada. hati-hati syirik looooo..

Saat hamil anak kedua, anak pertama saya masih berusia 7 bulan dan masih asi. Mama dan mama mertua saya sudah menyuruh saya agar menyapih Atiqah, tapi saya keukeuh bilang "kata dokter tidak apa-apa, selama tidak ada kontraksi", jadi mereka tidak komentar lagi. Padahal yaaa, saya ke dokter juga tidak pernah bilang kalau anak saya masih asi, cuma berbekal ilmu dari grup AIMI saja. Hahaha. Maapkan ya mam.

Balik lagi tentang microtia. Maaf yaaa saya suka oot. Hahah. Berbekal dari artikel microtia itu, saat saya kebetulan ke dokter anak, saya menanyakan keadaan neysa. Dokternya sih tidak menyarankan apa-apa yaaa karena neysa masih kecil banget, cuma bilang kalau pengen lihat telinga dalamnya harus ct scan. Lupa deh segala bacaan dari si mbah.

Sejak dari dokter, yang ada dalam pikiran kami hanya ct scan sajah.. Tidak ada pikiran konsul ke dokter THT.. *dudulbanget*

Jadi yaaa di Makassar pun kami hanya konsul ke dokter anak sama bedah umum
dan belanja khilaf. Kenapa ke bedah umum? Karena Neysa juga ada semacam daging di pipinya, mau dihilangkan. Tapi akhirnya tidak jadi juga, dokternya ragu apa kami bisa pegang neysa selama bedah kecil berlangsung. Pokoknya cuma ct-scan ajah. Hasilnya alhamdulillah telinga dalam lengkap, cuma tertutup saja.
Yaaah, secercah harapan muncul *tsaaah*. Paling tidak, kemungkinan besar pendengaran Neysa normal, meskipun baru akan ketahuan beberapa bulan ke depan. Kami optimis. Belakangan saya baru tahu kalau tes pendengaran bisa dilakukan. Hahahah. Maapkan ummi ya nak. Semacam terlalu sotoy akhirnya malah tidak tahu.

Tes pendengaran ini disebut tes BERA. bisa dilakukan saat usia anak minimal 3 bulan. Tapi saya kurang tahu apakah semua rumah sakit punya alat tersebut atau hanya rumah sakit tertentu saja, karena di daerah saya belum ada. Alat ct-scan saja sering rusak. Hiks.

Seiring berjalannya waktu, alhamdulillah tidak ada masalah yang berarti dalam tumbuh kembang Neysa. Dia bisa mendengar, meskipun saya belum tau batas ambang dengar telinga kanannya berapa. Saya suka iseng tes pendengarannya dengan bicara setengah berbisik di telinga kanannya, selalu direspon. Dia bisa bicara, cerewet, dan aktif sekali *fyuuuh*. Daging yang ada di pipinya pun sudah dihilangkan. Di dokter kulit Kendari juga bisa ternyata. Tidak sampai 5 menit udah hilang, pakai laser. Hedeeeh. *garuktanah*

Jadi yaaa, ibu-ibu dan bapak-bapak yang nyasar di blog ini karena mencari info tentang telinga anaknya yang kecil sebelah tenang saja. Kalian tidak sendiri kok. Banyak orang tua yang panik, malu, mau langsung operasi, padahal umur anaknya sebulan saja belum cukup. Ingatlah, anak itu titipan Allah. Allah tidak akan pernah salah dalam menciptakan makhlukNya. Kalaupun kalian menganggap itu cobaan, yakinlah Allah tidak akan memberi cobaan pada makhlukNya jika mereka tidak sanggup memikulnya. *ciyeeeeh*

Bagi saya, microtia itu bukan cobaan. Saya juga agak risih kalau ada yang bilang penderita microtia. Itu bukan penyakit lhoooo. Ada baiknya kita sebagai orang tua membesarkan hati kita. Menerima keadaan anak kita apa adanya. Didik anak kita supaya percaya diri dengan keadaannya, tentunya orang tua lah yang harus lebih percaya diri. Ya iya dooong, bagaimana kita mau ajar anak pede sementara kita sendiri tidak pede? Iya kaaaan.. Yakinlah di balik kekurangan mereka, pasti punya banyak kelebihan lain.

Wiiih, bijak sekali yaaaah kayaknya. Anggap saja begitu. Kami, saya dan suami, juga awalnya shock. Akan tetapi saya tidak malu, saya cuma khawatir dengan perasaan saya menghadapi "tatapan kasihan" orang-orang pada Neysa. Rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Namun, seiring berjalannya waktu saya pun cuek. Toh tidak ada yang salah dengannya. Saya tetap mengikat rambutnya dan membelikan kaca mata anak-anak.

Nah kan, saya bingung harus mengakhiri cerita ini.. Sekian deh..

p.s. Ini adalah post pertama saya di blog WP. saya pindahkan kesini saja semua. 

No comments:

Post a Comment